Kenali Perbedaan Konveksi dan Garmen Agar Tidak Salah Pesan
Penulis Artikel
Admin Zipzap
Pilihan Editor
Artikel Pilihan
Perbedaan konveksi dan garmen sering dicari saat sedang mempertimbangkan tempat pembuatan pakaian. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan jasa penyedia pakaian baik untuk pribadi maupun bisnis.
Karena keduanya berjalan di bidang yang sama, maka bagi orang awam tidak ada perbedaan yang signifikan. Padahal konveksi dan garmen memiliki banyak aspek pembeda yang terperinci sehingga juga berpengaruh pada pemanfaatan jasanya.
Perbedaan dari Konveksi dan Garmen
Rincian perbedaan konveksi dan garmen pada dasarnya mengakar ke berbagai aspek. Setidaknya ada empat perbedaan utama, dan semuanya memiliki pembahasan menyeluruh sebagai berikut:
1. Skala dan Kapasitas Produksi
Perbedaan pertama terletak pada skala serta kapasitas produksi konveksi dan garmen. Untuk konveksi sendiri bergerak di lingkup yang lebih kecil atau bahkan skala rumahan. Jadi untuk produksinya terbatas antara puluhan, ratusan, sampai ribuan pcs saja.
Sedangkan untuk garmen sendiri punya skala yang lebih besar seperti pabrik. Produksinya juga jauh lebih masif dan bisa menghasilkan produk sampai dengan puluhan ribu pcs per hari.
Karena ada perbedaan dalam skala dan kapasitas ini, tentu sistem pengerjaannya akan berbeda. Konveksi biasanya memanfaatkan sistem borongan, yang mana satu penjahit akan menyelesaikan satu baju utuh.
Hal ini berbeda dengan garmen yang memakai sistem assembly line. Sistem ini bekerja dengan menekankan satu orang memegang satu tugas spesifik saja, misal menjahit kerah atau bagian lain.
2. Fleksibilitas Desain
Selanjutnya ada perbedaan konveksi dan garmen yang terletak pada sisi fleksibilitas desain. Meski kapasitas konveksi lebih kecil, tapi konveksi adalah tempat yang lebih fleksibel menerima permintaan desain. Jadi layanan custom kaos juga sering tersedia.
Fleksibilitas tersebut tentu berbeda dengan garmen yang lebih bergantung pada settingan mesin jahit besar. Produksi di garmen lebih kaku karena mesinnya perlu settingan lagi jika akan ganti desain. Selain itu, setelannya juga kerap berpaku pada desain standar saja.
Kondisi tersebut juga membuat proses revisi di garmen tidak bisa berlangsng di tengah jalan. Jika sampel awal sudah disetujui bersama, maka pengerjaannya akan mengikuti sampai semua produk selesai.
Untuk konveksi sendiri justru sangat memungkinkan. Sekarang banyak konveksi berkualitas yang fleksibel terkait revisi dan perbaikan, jadi proses pengerjaan tidak terlalu kaku tapi tetap sesuai kesepakatan.
3. Target Pasar
Selain dua hal di atas, perbedaan konveksi dan garmen juga ada pada aspek target pasar. Banyak sedikitnya kemampuan produksi tentu perlu disesuaikan kembali dengan siapa sasaran pembelinya.
Konveksi sendiri lebih fokus pada kebutuhan kantor berskala kecil-menengah, komunitas, brand lokal pemula, sampai panitia acara. Sedangkan untuk target pasar garmen adalah instansi atau lembaga dengan pengadaan seragam massal dan merek retail besar.
Perbedaan target pasar ini juga membentuk aturan batasan minimal order untuk pemesan. Konveksi jauh lebih ramah untuk modal terbatas, karena pemesanan bisa hanya puluhan pcs saja.
Lalu untuk garmen, batasan minimal ordernya tentu jauh lebih tinggi. Biasanya minimal pesanan adalah ribuan pcs meski hanya untuk satu desain. Hal ini berkaitan dengan biaya operasional mesin pabrik sehingga tidak bisa pesan sedikit.
4. Kontrol Kualitas
Perbedaan konveksi dan garmen terakhir ada pada kontrol kualitasnya. Untuk konveksi, kontrol kualitasnya biasanya secara manual di akhir tahap produksi. Meski terkesan lama, tapi detail kecil bisa terlihat untuk setiap produk.
Sedangkan untuk garmen, tentu sudah ada divisi QC sendiri dengan standar ketat. Standar ini juga berlaku untuk semua lini, baik itu potongan sampai pengemasan. Jadi fokusnya tidak hanya terpaku pada jahitan saja.
Antara konveksi dan garmen pasti punya standar kualitas sendiri. Namun saat ini juga sudah banyak konveksi dengan kontrol kualitas mumpuni, jadi jaminan produk siap jual dan nyaman juga tidak akan hilang.
Mana yang Harus Dipilih antara konveksi dan Garmen?
Jawabannya tentu bergantung pada budget dan kebutuhan. Jika perlu jumlah banyak dan budget tersedia, maka bisa pilih garmen. Namun desainnya tentu tidak bisa fleksibel sesuai keinginan.
Sedangkan jika hanya butuh jumlah sedikit dan budget terbatas, maka bisa memilih konveksi. Desainnya tetap bisa disesuaikan meski kerumitannya di tingkat yang tinggi dan detailnya perlu pengerjaan ekstra.
Berdasarkan semua perbedaan konveksi dan garmen di atas, maka bisa dipastikan jika keduanya adalah jenis usaha berbeda. Oleh sebab itu pemilihannya tidak harus pada garmen jika memang tidak perlu banyak produk.
Saat ini jasa konveksi sendiri sudah terjamin dan tidak selalu skala rumahan. Justru sudah ada tempat profesional seperti Konveksijakarta.co.id yang bisa menjadi jawaban. Layanan custom juga sudah tersedia dengan fleksibilitas tinggi.
Penutup
Itulah beberapa perbedaan konveksi dan garmen yang wajib diketahui sebelum memakai jasanya. Keduanya sama-sama punya peran krusial, dan calon pengguna jasa bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya masing-masing.
Produk Bergaransi,
Pelayanan Prima.
Jasa konveksi dengan mengedepankan kualitas diimbangi kecepatan proses. Garansi produk jika tidak sesuai pesanan, dan Garansi Ketepatan Waktu. Tersedia berbagai pilihan bahan dan desain yang disesuaikan dengan budget Anda.
Zipzap Store Jakarta
Jl. Plumpang Semper No. 21, RT.8/RW.1, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14260
Zipzap Head Office
Jl. Menayu Lor No.112, Plurugan, Tirtonirmolo, Kec. Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55181
Konsultasi Produksi Clothing
Isi formulir di bawah ini dan tim kami akan segera menghubungi Anda.